FOTO: Australia Alami Kerugian di Industri Pariwisata

Pekerja di luar Sydney Opera House yang ditutup di Sydney, Australia (26/5/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)
Pekerja di luar Sydney Opera House yang ditutup di Sydney, Australia (26/5/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)

Pekerja di luar Sydney Opera House yang ditutup di Sydney, Australia (26/5/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)

Queen Victoria Building yang kosong di Sydney, Australia (30/3/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)
Queen Victoria Building yang kosong di Sydney, Australia (30/3/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)

Queen Victoria Building yang kosong di Sydney, Australia (30/3/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)

Sebuah kafe yang dibuka sebagian di Sydney, Australia (17/5/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)
Sebuah kafe yang dibuka sebagian di Sydney, Australia (17/5/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)

Sebuah kafe yang dibuka sebagian di Sydney, Australia (17/5/2020). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)

Pemandangan Darling Harbour yang kosong di Sydney, Australia (30/3/2020). ). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)
Pemandangan Darling Harbour yang kosong di Sydney, Australia (30/3/2020). ). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)

Pemandangan Darling Harbour yang kosong di Sydney, Australia (30/3/2020). ). Industri pariwisata Australia mengalami kerugian sekitar 5,8 miliar dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.579) dalam tiga bulan pertama 2020 seiring merebaknya pandemi coronavirus. (Xinhua/Bai Xuefei)



from Liputan6 RSS https://ift.tt/2FTP6KW

Comments