Dokter Anak: Bosan Urus Buah Hati di Rumah Tak Sebanding Jika Mereka Kena COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan bahwa lebih baik, orangtua atau pengasuh bersusah-susah dahulu mengurus anak di rumah saat ini ketimbang melihat mereka harus dirawat atau diisolasi karena terkena COVID-19.

"Saat ini mungkin kita bosan, lelah, stres, dan sebagainya, dengan anak-anak di rumah, kita dituntut jadi guru di rumah, jadi orangtua, dan harus bekerja," kata dokter Yogi Prawira dari Satgas COVID-19 IDAI dalam sebuah dialog dari Graha BNPB, Jakarta beberapa waktu lalu.

"Rasa bosan dan kecewa itu tidak akan sebanding kalau seandainya anak kita sampai positif (COVID-19) harus dirawat, diisolasi, dan dipisahkan apalagi kalau kondisinya kritis," kata Yogi, ditulis Senin (31/8/2020).

Yogi mengatakan, sebenarnya dengan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan anak seperti sekarang merupakan saat yang tepat untuk membentuk generasi yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan.

Ingat 3M, Hindari 3K

Orangtua dan anak (Photo by Jonathan Daniels on Unsplash)
Orangtua dan anak (Photo by Jonathan Daniels on Unsplash)

Dalam mengajarkan anak mengenai pentingnya menjaga diri dari terkena COVID-19, Yogi meminta agar orang dewasa mencontohkan perilaku pencegahan penyakit terlebih dulu.

"Kita harus mencontohkan karena anak adalah peniru ulung. Untuk mengubah satu kebiasaan baru, itu dibutuhkan waktu minimal 90 hari atau 3 bulan secara terus menerus atau berulang-ulang."

Yogi mengatakan anak bisa diajarkan mencegah COVID-19 dengan memberikan konsep: Ingat 3M, Hindari 3K.

3M yang dimaksud adalah menggunakan masker dengan cara yang benar, mencuci tangan selama 20 detik, dan menjaga jarak sekitar 1 sampai 2 meter. Sementara itu, untuk 3K yang harus dihindari demi mencegah COVID-19 adalah kamar atau ruangan tertutup dengan resirkulasi, keramaian, dan kontak erat.

Simak juga Video Menarik Berikut Ini



from Liputan6 RSS https://ift.tt/31KeBGX

Comments