Georg Ratzinger, Kakak Mantan Paus Benediktus 16 Meninggal Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Georg Ratzinger, kakak lelaki pensiunan paus kelahiran Jerman Josef Ratzinger atau dikenal dengan Paus Benediktus ke-16, telah meninggal di usia 96 tahun.

Georg Ratzinger, yang merupakan direktur paduan suara anak laki-laki di Jerman yang terkenal, pekan lalu dilaporkan dalam keadaan sakit yang kemudian mendorong kunjungan dari Paus Emeritus Benediktus XVI. Demikian seperti dilaporkan oleh DW, Kamis (2/7/2020). 

Kematian imam itu dikonfirmasi oleh keuskupan Regensburg di Bavaria, tempat Ratzinger tinggal, melalui sebuah pernyataan yang mengatakan ia meninggal pada hari Selasa.

Mengomentari kunjungan mantan paus ke Bavaria untuk menemui saudara lelakinya yang sakit, minggu lalu juru bicara Keuskupan Regensburg Clemens Neck mengatakan, "Mungkin ini adalah kali terakhir kedua saudara, Georg dan Joseph Ratzinger, akan bertemu satu sama lain di dunia ini."

Mantan paus tersebut telah mendarat di Munich disertai oleh sekretaris pribadinya, seorang dokter, seorang perawat, dan wakil komandan korps gendarmerie yang bertugas sebagai pasukan keamanan Vatikan. 

Dia kemudian melakukan perjalanan ke Regensburg untuk mengunjungi saudaranya.

Seorang Musisi

Suasana Lapangan Santo Petrus yang kosong di Vatikan, Senin (18/5/2020). Basilika Santo Petrus kembali dibuka untuk peziaran maupun turis mulai 18 Mei 2020. (AP Photo/Alessandra Tarantino)
Suasana Lapangan Santo Petrus yang kosong di Vatikan, Senin (18/5/2020). Basilika Santo Petrus kembali dibuka untuk peziaran maupun turis mulai 18 Mei 2020. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

Ditahbiskan pada hari yang sama dengan adik laki-lakinya, Georg Ratzinger terbukti menjadi musisi yang berbakat dan bertugas melanjutkan mengawasi rekaman sejumlah karya agung. 

Dia memimpin tur konser di seluruh dunia oleh Regensburger Domspatzen, sebuah paduan suara yang melacak sejarahnya kembali ke abad ke-10. Dia menjabat sebagai pemimpin paduan suara tersebut dari tahun 1964 hingga 1994.

Saudara-saudara Ratzinger dikenal karena ikatan dekat mereka dan cinta bersama mereka terhadap musik klasik. Sementara adik laki-lakinya naik hierarki gereja, Georg Ratzinger membangun karirnya sebagai kepala paduan suara anak-anak yang disegani di Regensburg. 

Tetapi selama tiga dasawarsa dia mengawasi paduan suara tersebut, baru-baru ini kelompok itu berada di bawah pengawasan ketat setelah ratusan anak lelaki melaporkan menderita pelecehan fisik dan seksual. 

Georg mengakui menampar wajah siswa setelah mengambil alih paduan suara, tetapi mengatakan hukuman fisik dianggap normal pada saat itu. Dia telah menyangkal mengetahui pelecehan seksual dan juga mengatakan dia senang begitu hukuman fisik dilarang pada tahun 1980.

 

Dilahirkan pada tanggal 15 Januari 1924, di kota Pleiskirchen, Bavaria, Georg Ratzinger mempersiapkan diri untuk tugas imamat di masa mudanya dengan menjadi anggota seminari putra Traunstein. Setelah menyelesaikan dinas militernya di Wehrmacht Nazi, ia melanjutkan belajar teologi di Freising dari tahun 1946.

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:



from Liputan6 RSS https://ift.tt/2NNNdQw

Comments