Top 3: Hidup Menyenangkan Tanpa Utang

Liputan6.com, Jakarta - Utang merupakan satu komponen finansial yang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Utang tampaknya sudah menjadi bagian dari hidup, yang membuat seseorang kecanduan untuk melakukannya.

Padahal sebenarnya, hidup tanpa utang sungguh sangat menyenangkan. Hidup tanpa utang akan membuat kondisi mental tenang karena tidak terusik bayang-bayang kredit macet dan debt collector.

Artikel dengan judul '6 Bukti Hidup Tanpa Utang Itu Menyenangkan' menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis 17 Juni 2020:

1. 6 Bukti Hidup Tanpa Utang Itu Menyenangkan

Utang merupakan satu komponen finansial yang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Utang tampaknya sudah menjadi bagian dari hidup, yang membuat seseorang kecanduan untuk melakukannya. Hampir semua orang sulit melepaskan diri dari utang. Padahal, hidup tanpa utang itu menyenangkan.

Selain kondisi finansial lebih stabil, terbebas dari utang membuat hidup seseorang tenang dan bahagia. Apakah Anda mempercayai hal ini?

Jika tidak tidak, berikut beberapa bukti kalau hidup tanpa utang itu menyenangkan.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

2. Berkat Konsumsi Domestik, Indonesia dan China Terhindar dari Resesi

Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (15/12). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (15/12). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, banyak negara di dunia memasuki zona resesi akibat tak mampu menghadapi pandemi Virus Corona. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Indonesia, India dan China.

"Dari pertumbuhan ekonomi global kita melihat di antara berbagai negara seluruhnya masuk negatif. Hanya beberapa positif. Berdasarkan outlook IMF, Indonesia, China dan India masih positif," ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, ketiga negara ini memiliki pasar domestik yang besar. Sehingga untuk menjaga ekonomi dalam negeri, tidak melulu mengandalkan ekspor yang mudah terpengaruh kondisi global.

Simak artikel selengkapnya di sini

 

3. Potongan Gaji untuk Tapera di Indonesia Lebih Kecil Ketimbang Negara Lain

Suasana Perumahan Griya Samaji, Cieseng, Bogor, Rabu (19/2/2020). Bank Tabungan Negara (BTN) pada 2019 telah merealisasikan 735.000 rumah dalam Program pemerintah satu juta rumah dengan kredit kepemilikan rumah bersubsidi sekitar Rp 111 trilyun. (merdeka.com/Arie Basuki)
Suasana Perumahan Griya Samaji, Cieseng, Bogor, Rabu (19/2/2020). Bank Tabungan Negara (BTN) pada 2019 telah merealisasikan 735.000 rumah dalam Program pemerintah satu juta rumah dengan kredit kepemilikan rumah bersubsidi sekitar Rp 111 trilyun. (merdeka.com/Arie Basuki)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meneken Peraturan Pemerintah Nomor 25/2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera. Pada program ini gaji peserta Tapera akan dipotong sebesar 3 persen untuk dikelola menjadi tabungan perumahan rakyat.

Konsep ini bukan hal yang pertama kalinya di dunia. Beberapa negara seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan juga telah melakukannya.

Bahkan potongan gaji yang dilakukan pemerintah negara lain lebih besar jika dibandingkan dengan Indonesia. Di Singapura, gaji tiap karyawan dipotong 35 persen untuk semua jenis jaminan sosial.

Simak artikel selengkapnya di sini



from Liputan6 RSS https://ift.tt/37BmlfQ

Comments