Pekerja memotong bahan untuk digunakan membuat pakaian antivirus di pabrik garmen Zhejiang Ugly Duck Industry, di Wenzhou, 28 Februari 2020. Wabah virus corona di China membuat produsen pakaian itu mulai memproduksi baju hazmat yang banyak diburu orang untuk melindungi dirinya. (NOEL CELIS/AFP)
Para pekerja menjahit bahan untuk digunakan membuat pakaian antivirus di pabrik garmen Zhejiang Ugly Duck Industry, di Wenzhou, 28 Februari 2020. Wabah virus corona di China membuat produsen pakaian itu mulai memproduksi baju hazmat yang banyak diburu orang untuk melindungi dirinya. (NOEL CELIS/AFP)
Para pekerja memeriksa pakaian antivirus yang sudah selesai di pabrik garmen Zhejiang Ugly Duck Industry, di Wenzhou, 28 Februari 2020. Wabah virus corona di China membuat produsen pakaian itu mulai memproduksi baju hazmat yang banyak diburu orang untuk melindungi dirinya. (NOEL CELIS/AFP)
Pekerja menjahit bahan untuk digunakan membuat pakaian antivirus di pabrik garmen Zhejiang Ugly Duck Industry, di Wenzhou, 28 Februari 2020. Wabah virus corona di China membuat produsen pakaian itu mulai memproduksi baju hazmat yang banyak diburu orang untuk melindungi dirinya. (NOEL CELIS/AFP)
Para pekerja menjahit bahan untuk digunakan membuat pakaian antivirus di pabrik garmen Zhejiang Ugly Duck Industry, di Wenzhou, 28 Februari 2020. Wabah virus corona di China membuat produsen pakaian itu mulai memproduksi baju hazmat yang banyak diburu orang untuk melindungi dirinya. (NOEL CELIS/AFP)
Pekerja memotong bahan untuk digunakan membuat pakaian antivirus di pabrik garmen Zhejiang Ugly Duck Industry, di Wenzhou, 28 Februari 2020. Wabah virus corona di China membuat produsen pakaian itu mulai memproduksi baju hazmat yang banyak diburu orang untuk melindungi dirinya. (NOEL CELIS/AFP)
from Liputan6 RSS https://ift.tt/2TK6ogL
Comments
Post a Comment