Top 3: Pemerintah Setop Penerbangan ke China

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah memutuskan melakukan penundaan penerbangan ke dan dari seluruh destinasi di China hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Penundaan berlaku mulai Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB.

Dengan keputusan ini, seluruh maskapai Indonesia diminta untuk menunda seluruh rencana penerbangan dari/ke seluruh destinasi di China sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Demikian pula maskapai asing yang melakukan penerbangan dari China menuju Indonesia, termasuk penerbangan transit dari China, diminta untuk menunda sementara penerbangan menuju Indonesia.

Artikel mengenai penghentian penerbangan dari dan ke China ini menjadi artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Senin 3 Februari 2020:

1. Penerbangan ke China Dihentikan Mulai 5 Februari

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu ini. Salah satu keputusan dalam rapat tersebut adalah penghentian penerbangan ke China mulai 5 Februari 2020.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, rapat di Pangkalan Halim tersebut membahas rencana evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menyusul wabah virus Corona yang melanda negara tersebut.

"Baru saja rapat terbatas yang dipimpin oleh Bapak Presiden dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma," kata Retno.

Baca artikel selengkapnya di sini

 

2. Daftar Perusahaan Top Dunia yang Terpukul Akibat Virus Corona

Orang-orang berjalan melewati Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020). Pemerintah China mengisolasi Kota Wuhan yang berpenduduk sekitar 11 juta jiwa untuk menahan penyebaran virus corona. (Chinatopix via AP)
Orang-orang berjalan melewati Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020). Pemerintah China mengisolasi Kota Wuhan yang berpenduduk sekitar 11 juta jiwa untuk menahan penyebaran virus corona. (Chinatopix via AP)

Toko-toko besar, restoran, dan tujuan wisata di seluruh China tutup, ketika bisnis global mulai merasakan efek dari wabah virus corona di Wuhan yang mematikan.

Pemerintah China mengumumkan bahwa jumlah kematian akibat virus corona telah meningkat menjadi 80, dengan hampir 2.800 kasus dikonfirmasi di daratan Cina dan beberapa lainnya di negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia dan Jepang.

Dengan lebih dari 57 juta orang di 15 kota di Cina terkunci, krisis ini menghantam industri ritel, perjalanan dan pariwisata yang sangat sulit selama puncak musim Tahun Baru Imlek tahun 2020 ini.

Baca artikel selengkapnya di sini

 

3. Usai Evakuasi WNI dari Wuhan, Pesawat Batik Air akan Jalani Sterilisasi

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China keluar dari pesawat Batik Air Airbus 330-300CEO di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Para WNI langsung ke luar pesawat untuk selanjutnya menuju Natuna, Kepulauan Riau. (AFP/Ricky Prakoso)
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China keluar dari pesawat Batik Air Airbus 330-300CEO di bandara internasional Hang Nadim, Batam, Minggu (2/2/2020). Para WNI langsung ke luar pesawat untuk selanjutnya menuju Natuna, Kepulauan Riau. (AFP/Ricky Prakoso)

Batik Air telah menyelesaikan misi kemanusiaan dengan mengantar pulang Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China ke Batam. Saat ini, pesawat Airbus 330-300CEO yang digunakan untuk mengangkut WNI tersebut menjalani pembersihan, sterilisasi, penyemprotan, penggantian saringan udara kabin dan perawatan berkala selama beberapa hari.

Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, Batik Air menggunakan Airbus 330-300CEO registrasi PK-LDY berangkat pada 04.30 waktu setempat dan sudah mendarat normal di Batam pukul 08.30 WIB.

Batik Air mengucapkan terima kasih tak terhingga serta menempatkan apresiasi tinggi atas kesiapan serta profesional dalam bekerja dari awak pesawat, petugas layanan darat (ground handling), termasuk dukungan penuh pengelola bandar udara, pengatur lalu lintas udara, mitra dan berbagai pihak yang terlibat, sehingga operasional penerbangan berjalan lancar.

Baca artikel selengkapnya di sini



from Liputan6 RSS https://ift.tt/2uT1DIZ

Comments