Liputan6.com, Jakarta - Ikan Sidat dibudidayakan dengan baik di Banyuwangi sehingga menjadi komoditas ekspor hingga ke Jepang. Olahan ikan ini menjadi menu favorit di Jepang sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.
Ikan Sidat termasuk hewan yang istimewa karena tidak bisa hidup di sembarang tempat. Di Banyuwangi, hewan yang juga dikenal dengan nama Oling ini dibudidayakan dengan baik. Demikian dikutip dari tayangan Fokus, Minggu (19/1/2020).
Budidaya Ikan Sidat ini juga didukung dengan kondisi air di wilayah tersebut yang minim bakteri. Hewan ini harus hidup di aliran air yang benar-benar bersih sehingga dapat berkembang dengan baik.
Hewan melata ini memiliki kandungan protein setara dengan ikan salmon. Produk olahan ikan oling di pasaran sangat mahal karena bibitnya hanya bisa ditangkap di alam. Hampir 80 persen bibit ikan sidat didapat dari petani, dan pengepul.
Kemudian bibit sidat dirawat di pembenihan sampai usia 240 hari, atau bobot 10 gram. Setelah itu baru dipindah ke kolam luar ruangan. Ikan baru bisa dipanen pada saat bobot sudah mencapai 280 gram, atau berumur 810 hari.
Pesatnya budidaya ikan sidat di Banyuwangi, membuat permintaan ekspor sidat dari luar negeri terus melonjak, salah satunya Jepang.
Di Jepang, olahan ikan ini merupakan jenis makanan berkelas premium. Dengan suksesnya ekspor sidat dari Banyuwangi ke Jepang ini membuktikan kualitas ikan sidat asal Banyuwangi benar-benar memiliki kualitas yang sangat tinggi.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini
from Liputan6 RSS https://ift.tt/2NI2sLo
Comments
Post a Comment